1
Informasi dan Pengumuman
HUT RI Ke-75 Gebyar Merdeka Tahun 2020

Upd: Jumat, 14 Agustus 2020 | 18:19 WIB
Semangaat Pagi Siswa siswi hebat Indonesia Dalam rangka memeriahkan HUT Ke - 75 RI , SMPN 5 Kota Tangerang Selatan mengadakan Gebyar Merdeka 2020 dengan tema ...
TATA CARA PENDAFTARAN PPDB SMPN 5 TANGSEL TAHUN AJARAN 2020/2021

Upd: Jumat, 26 Juni 2020 | 11:32 WIB
...


Upd: Jumat, 5 Juni 2020 | 14:11 WIB
Kepada Yth,Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Kelas IXSMPN5 Kota Tangerang SelatanDi TempatAssalamu,alaikum W.WDengan Berakhirnya Aktivitas Kegiatan belajar mengajar kelas IX, maka info kelulusan siswa akan disampaikan pada: Hari ...
Agenda Kegiatan Terbaru

Tanggal : 05/06/2020
INFO KELULUSAN siswa tahun 2020 yang berisi nilai ...
Tempat : SMPN 5 TANGSEL
Tanggal : 28/05/2019
Kegiatan belajar Siraman Rohani Agama Islam rnMasuk 7.15 ...
Tempat : SMPN 5 TANGSEL
Agenda-agenda Lainnya..
Login Siswa & Guru
NIS. / User :
Password :
Sebagai : Guru/Siswa
Register |
Statistik Pengunjung
  Sedang Online     : 1 orang
  Visitor Hari ini
      : 11 visitor
  Total Visitor      
    : 113808 orang
  Tayangan hari ini
: 81 kali
  Total Tayangan    : 3656801 kali

Kategori :    

Hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945


Ditulis pada hari Minggu, 16 Agustus 2020 | 19:31 WIB | Oleh : admin


Tujuh belas Agustus tahun empat lima, hari kemerdekaan kita ... Harimerdeka nusa dan bangsa .. Hari lahirnya bangsa Indonesia ... Merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka ...

 

 

 Demikian penggalan lirik Hari Merdeka karya H Muthahar yang diciptakan pada 1946. Hari ini, 74 tahun lalu, ikhtiar panjang bangsa Indonesia untuk terbebas dari belenggu penjajahan tunai pada 17 Agustus 1945. Pada hari itu, Indonesia memprolamirkan kemerdekaannya di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. Suasana haru dan mewarnai bahagia saat Ir Soekarno membacakan teks proklamasi.

 

Momentum ini tak akan terjadi tanpa acara yang melatarbelakanginya.

 

Kekalahan Jepang dari Sekutu

 

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima, Jepang, luluh lantak akibat bom atom yang dilepas oleh Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, Kota Nagasaki, Jepang, menjadi sasaran bom selanjutnya pada 9 Agustus 1945, tiga hari setelah bom di Kota Hiroshima. Dalam beberapa detik, kedua bom itu mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal dunia. Dua peristiwa tersebut tanggal Jepang untuk menyerah kepada sekutu, sekaligus menandai berakhirnya Perang Dunia II. Mengetahui hal itu, kedekatan golongan muda Indonesia, Soekarta dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Penculikan Soekarno-Hatta Kesepakatan untuk menculik Soekarno dan Hatta setelah para pemuda mengadakan rapat di Asrama Baperpi.Hal itu dilakukan agar Soekarno-Hatta tidak, jangan oleh Jepang. Sebelumnya, Soekarno dan Hatta menolak desakan para pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Menurut Soekarno dan Hatta, kemerdekaan harus dipersiapkan dengan matang dan menunggu Panitia Persiapan Kemerdekaan (PPKI) yang telah dibentuk.

 

Penculikan Soekarno-Hatta Kesepakatan untuk menculik Soekarno dan Hatta setelah para pemuda mengadakan rapat di Asrama Baperpi. Hal itu dilakukan agar Soekarno-Hatta tidak, jangan oleh Jepang. Sebelumnya, Soekarno dan Hatta menolak desakan para pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Menurut Soekarno dan Hatta, kemerdekaan harus dipersiapkan dengan matang dan menunggu Panitia Persiapan Kemerdekaan (PPKI) yang telah dibentuk.

 

 Pada 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan beberapa orang lainnya membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Selama satu hari di Rengasdengklok dan terus mendapat desakan dari golongann muda, Soekarno dan Hatta akhirnya setuju dan menjamin proklamasi akan dibacakan paling lambat pada 17 Agustus 1945. Dengan kesepakatan itu, Soekarno dan Hatta diantar oleh Ahmad Soebardjo kembali Jakarta untuk menyiapkan teks proklamasi.

 

Penyusunan Teks Proklamasi

 

Setibanya di Jakarta, rumah perwira tinggi Angkatan Laut Jepang di Indonesia, Laksamana Tadashi Maeda dipilih sebagai lokasi perumusan teks proklamasi. Kala itu, dini hari 17 Agustus 1945. Pemilihan rumah Laksama Maeda bukan tanpa alasan. Ia memiliki kedekatan dengan Ahmad Soebardjo dan Hatta. Tak hanya itu, hak imunitas yang dimiliki oleh Laksana Maeda selaku perwira tinggi Angkatan Laut Jepang juga menjadi tempat yang aman untuk Soekarno dan Hatta. Hatta dan Ahmad Soebardjo dapat menyampaikan pikiran, sedangkan Soekarno sebagai penulis konsep proklamasi. Golongan muda yang diwakili oleh Sukarni, Sudiro, dan BM Diah menyaksikan langsung penyusunan teks proklamasi itu. Setelah melewati jauh, akhirnya teks proklamasi pun disepakati.Ketegangan kembali muncul ketika penandatanganan teks proklamasi. Menurut Soekarno, semua yang hadir dalam permusan itu agar ikut serta dalam teks proklamasi. Pendapat itu kemudian ditolak oleh golongan muda. Di tengah-tengah permintaan itu, Sayuti Malik peduli agar teks itu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta. "Saya kira tidak akan ada yang berkumpul kalau Soekarno dan Hatta yang mutakhir proklamasi atas nama Bangsa Indonesia," usul Sayuti. Akhirnya, usul itu pun disepakati dan diiringi oleh tepuk tangan.

 

Dari Lapangan Ikada, Asrama Prapatan 10, hingga Pegangsaan Timur 56

 

Menjelang subuh 17 Agustus 1945, Chaerul Saleh tiba di Prapatan 10 untuk menunjukkan teks proklamasi yang akan dibacakan pada hari itu. Awalnya, pembacaan teks proklamasi kemerdekaan akan dilakukan di Lapangan Ikada. Akan tetapi, pasukan Jepang yang terus berpatroli di sekitar Lapangan Ikada dapat diketahui akan melakukan bentrokan. Akhirnya, rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 pun dipilih sebagai tempat pembacaan teks proklamasi. Untuk mengantisipasi kegagalan proklamasi di Pegangsaan Timur, para mahasiswa di Asrama Prapatan mengadakan upacara paralel. Piet Mamahit, dikutip dari buku Kilas Balik Revolusi karya Abu Bakar Loebis, ditugaskan untuk melakukan upacara di Pegangsaan Timur dan terhubung melalui telepon dengan Asrama Prapatan 10.

 

 Upacara dimulai, Piet manghubungi di Prapatan 10. Melalui sambungan telepon itu, orang-orang mereka Setelah mendengarkan pembacaan teks proklamasi dan nyanyian lagu Indonesia Raya. Kabar mengenai kemerdekaan Indonesia juga disebarkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui radio. Jusuf Ronodipuro, penyiar di Hoso Kyoku Jakarta, berperan penting dalam proses penyebaran itu. Ia berhasil mengelabui Jepang dengan menggunakan pemancar siaran luar negeri yang sudah digunakan. Berita kemerdekaan pun berhasil ia sebarkan pada pukul tujuh malam.

 

Alasan Pemilihan 17 Agustus Selain sosok yang jenius, Soekarno punya alasan memilih tanggal 17 Agustus untuk memproklamasikan kemerdekaan. Dalam buku 1 7-8-45, Fakta, Drama, Misteri karya Hendri F. Isnaeni, pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 sudah direncanakan Soekarno sejak berada di Saigon. Angka 17 angka yang suci dan keramat. Dalam kalender Jawa, 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jumat Legi. Dalam bahasa Jawa, legi memiliki arti manis. Soekarno juga mengaitkan tanggal 17 dengan peristiwa turunnya Al-Quran serta jumlah rakaat shalat yang harus dilakukan umat Islam dalam sehari. Dirgahayu Indonesia!

 

 



Kategori : Berita | 122 hits

<< Kembali ke Artikel



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 0 komentar)



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No. HP atau Email) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :