1
Informasi dan Pengumuman
HUT RI Ke-75 Gebyar Merdeka Tahun 2020

Upd: Jumat, 14 Agustus 2020 | 18:19 WIB
Semangaat Pagi Siswa siswi hebat Indonesia Dalam rangka memeriahkan HUT Ke - 75 RI , SMPN 5 Kota Tangerang Selatan mengadakan Gebyar Merdeka 2020 dengan tema ...
TATA CARA PENDAFTARAN PPDB SMPN 5 TANGSEL TAHUN AJARAN 2020/2021

Upd: Jumat, 26 Juni 2020 | 11:32 WIB
...


Upd: Jumat, 5 Juni 2020 | 14:11 WIB
Kepada Yth,Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Kelas IXSMPN5 Kota Tangerang SelatanDi TempatAssalamu,alaikum W.WDengan Berakhirnya Aktivitas Kegiatan belajar mengajar kelas IX, maka info kelulusan siswa akan disampaikan pada: Hari ...
Agenda Kegiatan Terbaru

Tanggal : 05/06/2020
INFO KELULUSAN siswa tahun 2020 yang berisi nilai ...
Tempat : SMPN 5 TANGSEL
Tanggal : 28/05/2019
Kegiatan belajar Siraman Rohani Agama Islam rnMasuk 7.15 ...
Tempat : SMPN 5 TANGSEL
Agenda-agenda Lainnya..
Login Siswa & Guru
NIS. / User :
Password :
Sebagai : Guru/Siswa
Register |
Statistik Pengunjung
  Sedang Online     : 1 orang
  Visitor Hari ini
      : 4 visitor
  Total Visitor      
    : 113801 orang
  Tayangan hari ini
: 58 kali
  Total Tayangan    : 3656778 kali

Kategori :    

Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan


Ditulis pada hari Senin, 4 Mei 2020 | 01:41 WIB | Oleh : admin


Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan

Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring dan disusul peniadaan Ujian Nasional untuk tahun ini.

Tantangan Pembelajaran
Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru.

Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya.  Sampai  1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya  1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.

Semua negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya:
(1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah,
(2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran,
(3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota,
(4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral.

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.

Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.

Sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah.

Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat.
Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah.

Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.

Jadi, kendala-kendala itu menjadi catatan penting dari dunia pendidikan kita yang harus mengejar pembelajaran daring secara cepat. Padahal, secara teknis dan sistem belum semuanya siap.

Selama ini pembelajaran online hanya sebagai konsep, sebagai perangkat teknis, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran.

Padahal,  pembelajaran online bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari.

Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi. (*)

artikel di ambil Penulis: Dr. Gogot Suharwoto.redaksi timesindonesia.co.id



Kategori : Berita | 1346 hits

<< Kembali ke Artikel



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 0 komentar)



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No. HP atau Email) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :